Exploride Religi Jawara 2014

Hosting Unlimited Indonesia

Sebagai media otomotif online yang mendukung kegiatan positif komunitas otomotif, kali ini Autorevindonesia.com mensuport kolaborasi klub sepeda motor Byson Jakarta Exploride (B-Jax) dan Scorpio Club Cakung (SCCakung) dalam rangakian kegiatan turing akhir tahun 2014.

Avent bertajuk ‘Exploride Religi Jawara 2014’ (Explore Riding Religi Jawa Madura 2014) yang disupport oleh Ferrox sebagai official partner bertujuan mengunjugi situs bersejarah Sunan Wali Songo yang terdapat di tiga Provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.”Selain menambah wawasan, turing kali ini juga bertujuan mempererat tali persaudaran sesama biker,” papar Ferry, Ketua Umum B-Jax.

banner 336x280

Pejalanan selama sepekan (19-26 Desember 2014) ini mengambil titik keberangkatan dari Sekretariat SC Cakung di Jakarta Timur pukul 24.00 wib dengan diwarnai hujan. Mereka menggunakan formasi 3 (tiga) varian sepeda motor Yamaha Vixion, Byson dan Scorpio.

Ditemani guyuran hujan dan genangan air dibeberapa daerah hingga memasuki wilayah Pantura menuju Indramayu sebagai rest point pertama menjadi tantangan pertama mencapai situs makan Sunan Gunung Jati pada pagi harinya.
Setelah aktifitas riligi di kawasan Sunan Gunung Jati, perjalanan dilanjutkan menuju kota Demak melalui jalur Pantura. Dibawah sengatan terik matahari , rombongan tertahan macet total di beberapa ruas jalanan yang sedang di bangun. Singgah di komunitas Scrap Pemalang dan Scrop Pekalongan dan rehat sejenak menikmati malam di kota Semarang setelah menyusuri dinamika jalan raya Batang.

Tiba di lokasi kawasan makam Sunan Kali Jaga di kota Demak pada malam harinya ditemani rintik hujan. Usai aktifitas religi, perjalanaan dilanjutkan menuju kota Kudus, rombongan disambut klub Scock Kudus dan kawan-kawan komunitas lainnya. Bersama mereka menikmati suasana malam di Kudus dengan kopdar bersama di alun-alun.

Pagi harinya dengan pengawalan dari kawan biker Kudus, aktifitas ziarah di makam Sunan Kudus dilanjutkan kegiatan religi di kawasan Sunan Muria yang terletak di gunung Muria. Hujan yang terus menemani tidak menyurutkan langkah peserta untuk mendaki 450 anak tangga menuju lokasi ziarah makam Sunan Muria.

“Sulit dibayangkan bagaimana semangat Sunan Muria kala itu menyebarkan Islam disini,” ucap Anto dari SC Cakung sembari menysuri anak tangga.

Setelah berziarah, selepas Magrib rombongan bertolak menuju Tuban melintas jalur alternatif yang menuntut kewaspadaan. Jalan pegunungan berkelok minim penerangan hingga tembus Pantura yang didominasi jalanan lurus dan lebar menuju kota Tuban.

Tiba di kota Tuban tengah malam, istirahat sejenak di kawasan Masjid Agung Tuban sembari menikmati wisata kuliner di temani kawan komunitas dari RX King Bojonegoro. Usai aktifitas religi di makam Sunan Bonang, rombongan istirahat di kota Babat.

Siang harinya perjalanan di teruskan menuju kota Lamongan melintasi jalur alternatif melalui hutan jati dan ladang menghijau dengan ditemani bergantian antara hujan dan terik mentari. Setelah sampai di lokasi kawasan bersejarah Sunan Drajad, aktifitas religi dimulai dengan berziarah ke makam Sunan Drajad.

Dikawasan ini terdapat museum yang menyimpan artefak bersejarah perjalanan perkembangan dan penyebaran Islam yang terdokumentasi dengan baik. Setelah menikmati kuliner, rombongan bertolak menuju kota Gresik.

Meskipun jarak kedua kota ini tidak terlampau jauh, perjalanan terasa lama dengan padatnya lalu-lintas Pantura dan banyaknya pembangunan yang berimbas pada berserakannya material di median jalan. Licin dan cukup berbahaya, melintasi dengan kewaspadaan tinggi apalagi saat itu sedang gerimis.

Memasuki kota Gresik sore harinya, acara pertama adalah menikmati cita rasa makanan khas kota yang terkenal sebagai produsen semen. Ditemani komunitas dari klub Rescrimm rombongan menuju kawasan Sunan Gresik untuk melakukan kegiatan riligi.

Kegiatan religi di kota Gresik dilanjutkan dengan berziarah ke makan Syech Maulana Malik Ibrahim. Setelah itu kegiatan dilanjutkan kembali wisata kuliner bersama rekan komunitas dari Scorpio,Byson dan rekan lainnya sebelum bertolak ke Surabayadengan pengawalan dari mereka.

Setelah bermalam dan kopdar dengan rekan biker Scorpio Surabaya dan kawan-kawan biker di Surabaya sebagai titik terkahir turing, kegiatan religi diawali dengan ziarah menuju makam Sunan Ampel yang di tutup dengan sholat di Masjid Ampel.

Terpancar dari raut wajah para peserta turing kebahagiaan menyelesaikan aktifitas religi berziarah ke makam Wali Songo.”Allhamdulliah, semuanya berjalan lancar dan aman, “ucap Iwan dari SC Cakung selaku penanggung jawab event.
Usai menuntaskan misi turing religi, konvoi bergerak menuju Pulau Madura. Menikmati pemandangan melalui jembatan Suromadu, singgah dan menikmati kuliner. Setelah itu kembali ke Surabaya.

Rencana menikmati indahnya kawasan Gunung Bromo di tunda karena dua peserta mengalami sakit. Diputuskan untuk kembali ke Jakarta melalui jalur selatan melintasi Kediri , Tulung Agung, dengan melaui gelapnya jalur alternatif pegunungan yang cukup ekstrim dan berkabut menuju kota Ponorogo.

Di kota Reog, selain menimati wisata kuliner, kendaraan terlebih dahulu di service di bengkel klub Scorpio Ponorogo. Sore harinya perjalanan dilanjutkan menuju kota Wonogiri. Jalur yang ekstrim dengan suguhan pemandangan yang indah hingga tembus Waduk Gajah Mungkur.

Disini wisata kulinerpun sudah menunggu, setelah silaturahmi bersama rekan biker dari Wars dan kawan-kawan, rombongan dikawal hingga daerah Manyaran sebagai jalur alternatif ekstrim menuju Gunung Kidul, Yogyakarta.
Membelah gelapnya hutan jati malam hari sampai di Gunung Kidul tengah malam. Istirahat sejenak menghangatkan badan dengan kudapan khas Gunung Kidul sembari menikmati panorama indahnya suasana kota Jogja malam hari.Sedangkan ruas jalan dari Gunung Kidul menuju kota Jogjakarta cukup menatang adrenalin para rider.

Perjalanan malam hari itu di teruskan hingga memasuki kota Kebumen untuk istirahat. Siang harinya setelah menikmati kuliner, rombongan bertolak menuju kota Banyumas. Sampai di kotaBrebes konvoi berhenti menikmati sate khas Brebes.
Selepas kota Indaramayu hujan lebat menemani perjalanan hingga memasuki kota Cikampek. Macet bertepatan libur panjang akhir tahun menghadang hingga pasar Cikampek. Hujan lebat membuat beberapa Ruas jalan raya Cikampek digenangi air.

Hujan terus menemani hingga memasuki titik akhir perjalanan di Jakarta Timur.”Semoga dengan diiringi hujan ini bisa menjadi pertanda berkah bagi kita semua”, ungkap bro Ferry.

Selain di dukung oleh produsen filter udara Ferrox , turing kali ini juga di dukung oleh Pro Speed dan Vals.

banner 336x280
Cloud Hosting Indonesia