17 Tahun, Langkah Baru HMPC Jakarta Menuju Pendewasaan

  • Share

Komunitas Honda Mega Pro Club (HMPC) Jakarta menginjak usia 17 tahun, usia dimana sudah dianggap dewasa. Sayang di tahun suka cita ini mereka tidak merayakan pencapaiannya secara besar karena masih pandemik Covid-19 sehingga mereka hanya melakukan sykuruan secara internal dengan mematuhi protokol kesehatan bagi seluruh member yang hadir.

Acara sukuran sweet seventeen HMPC Jakarta dengan tajuk ‘Dari Jakarta Mengindonesia’ berlangsung di Jakarta Selatan. Tajuk yang mempertegas asal muasal keberadaan club pengguna Honda Mega Pro yang kini dikenal sebagai HMPC.

banner 336x280

Berdiri sejak tanggal 6 Desember 2003 berbagai cerita tersaji dalam oraganisasi, hingga akhirnya Honda Mega Pro Club Indonesia menjadi payung bagi puluhan chapter HMPC di berbagai wilayah di Indonesia.

“Tema yang kami ambil tentunya diluar ekspetassi dengan melihat pertumbuhan HMPC saat ini. Kami tidak pernah berfikir bahwa HMPC yang bermula dari Jakarta hingga besar kesuluruh Indonesia.

Suatu kebanggaan baik Jakarta atau chapter – chapter yang ada di Indonesia bahwa 17 dapat menjalin hubungan persaudaraan serta silaturahmi, bukan hanya dengan sesama pengguna mega pro saja tapi juga dengan klub dan komunitas lainnya,” buka Rusli Ilfan, Ketua HMPC Jakarta.

Honda Mega Pro kini sudah stop produksi dan tentunya membuat HMPC Jakarta tersadar akan pentingnya arti persaudaraan. Dengan lebih memberikan perhatian kepada member HMPC Jakarta dimasa pandemi covid-19, HMPC Jakarta masih bisa tetap berbagi kepada member yang membutuhkan, kali ini donasi untuk perbaikan makam member HMPC Jakarta yang telah meninggal.

“Sebelumnya kami sudah melakukan touring ziarah, tujuannya selain bersilaturahmi dan mendoakan juga melihat bagaimana kodisi makam. Dari kelima member cuma makam almarhum kang Iman yang perlu diperbaiki,” ujar Rusli.

Sehari sebelum perayaan hari jadinya, HMPC riding napak tilas agar seluruh member kembali mengingat sejarah berdirinya HMPC Jakarta, mulai dari kopdar Parkir Timur Senayan, Bidakara, hingga saat ini bertahan di Parkir Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Ringkasan cerita perjalanan HMPC Jakarta selalu tersiar di malam napak tilas untuk seluruh peserta yang mengikuti rangkaian ini.

Kehadiran keluarga almarhum Kang Iman tentunya menjadi penyemangat bagi member HMPC Jakarta, terlebih kepergiannya yang sudah 10 tahun namun HMPC Jakarta masih tetap merangkul keluarga almarhum untuk bersilaturahmi.

banner 336x280
Hosting Unlimited Indonesia
  • Share
Cloud Hosting Indonesia